Andi Gani: Museum dan Rumah Singgah Marsinah Dibangun Tanpa APBN, Simbol Gotong Royong Buruh Indonesia
- account_circle Admin
- calendar_month 58 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NGANJUK – Peresmian Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menjadi momentum bersejarah bagi gerakan buruh nasional.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Dalam konferensi pers usai peresmian, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menegaskan bahwa pembangunan museum tersebut dilakukan murni melalui semangat gotong royong buruh tanpa menggunakan dana APBN maupun APBD.
Menurut Andi Gani, museum dan rumah singgah itu merupakan bentuk penghormatan tulus dari kaum buruh Indonesia terhadap perjuangan Marsinah yang dikenal sebagai simbol keberanian dan perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia.
“Ini dibangun tanpa APBN maupun APBD. Seluruhnya merupakan gotong royong instruktur dan anggota KSBSI dari seluruh Indonesia. Ini bentuk penghormatan kami karena Ibu Marsinah adalah anggota KSBSI PT Catur Putra Surya,” ujarnya di hadapan awak media.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto yang dinilai menunjukkan perhatian besar terhadap kaum buruh dan sejarah perjuangan pekerja Indonesia.
Andi Gani menilai kehadiran Presiden Prabowo ke Nganjuk, termasuk berziarah langsung ke makam Marsinah, menjadi simbol kuat pengakuan negara terhadap pengorbanan seorang buruh perempuan yang gugur memperjuangkan keadilan.
“Yang mengharukan bagi saya, beliau berkenan datang ke makam Ibu Marsinah. Ini bentuk pengakuan negara bahwa pengorbanan Ibu Marsinah tidak sia-sia,” katanya.
Meski menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo, Andi Gani menegaskan bahwa gerakan buruh tetap menjaga sikap kritis terhadap kebijakan yang dianggap merugikan pekerja. Ia mencontohkan polemik Permen Nomor 7 Tahun 2026 yang menurut kalangan buruh dinilai belum mencerminkan rasa keadilan.
Namun demikian, ia mengapresiasi respons cepat pemerintah setelah berdialog langsung dengan Menteri Ketenagakerjaan. Pemerintah disebut berjanji akan melakukan revisi terhadap regulasi tersebut dalam waktu dekat.
Selain menjadi museum perjuangan, kawasan ini juga dilengkapi rumah singgah gratis bagi peziarah dan masyarakat luar daerah yang ingin mengenang perjuangan Marsinah. Fasilitas tersebut dibuka tanpa pungutan biaya sebagai bentuk pelayanan sosial untuk masyarakat.
Andi Gani menjelaskan bahwa rumah singgah itu dapat digunakan secara gratis selama satu malam dengan fasilitas memadai bagi peziarah yang datang dari luar kota dan tidak memiliki tempat menginap.
Museum dan rumah singgah tersebut rencananya mulai dibuka untuk umum dalam tujuh hari ke depan di bawah pengelolaan Yayasan KSPSI AGN Jawa Timur bersama jajaran pengurus pusat organisasi buruh.
Keberadaan museum ini diharapkan tidak hanya menjadi destinasi sejarah perjuangan buruh, tetapi juga ruang edukasi nasional tentang pentingnya keadilan sosial, hak pekerja, dan penghormatan terhadap nilai kemanusiaan dalam pembangunan bangsa.
- Penulis: Admin


