Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Tegaskan Negara Harus Membela Kaum Lemah
- account_circle Admin
- calendar_month 13 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NGANJUK — Ribuan buruh memadati Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026), dalam momen bersejarah peresmian Museum Marsinah dan Rumah Singgah Buruh oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas kesehatan, kedamaian, dan persatuan bangsa Indonesia.
Ia menyebut peresmian Museum Marsinah sebagai peristiwa langka dan penuh makna dalam sejarah perjuangan kaum pekerja.
“Ini peristiwa yang langka. Mungkin baru sekarang ada museum buruh seperti ini,” ujar Presiden Prabowo di hadapan ribuan buruh yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia.
Museum tersebut didirikan sebagai simbol perjuangan almarhumah Marsinah, sosok buruh perempuan yang menjadi lambang keberanian dalam memperjuangkan hak-hak pekerja dan kaum kecil.
Menurut Presiden, perjuangan Marsinah bukan sekadar sejarah buruh, melainkan cerminan perjuangan seluruh rakyat kecil yang hidup tanpa kekuasaan dan kekuatan.
“Beliau menjadi lambang perjuangan mereka yang berada di pihak lemah, orang-orang miskin, dan mereka yang tidak memiliki kekuasaan,” tegas Prabowo.
Presiden juga mengingatkan bahwa Indonesia didirikan dengan fondasi besar bernama Pancasila, yang menjunjung keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ia menegaskan, tragedi kemanusiaan seperti yang dialami Marsinah seharusnya tidak pernah terjadi di negeri yang dibangun atas asas kekeluargaan dan persatuan.
Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung Pasal 33 UUD 1945 yang menekankan prinsip ekonomi kekeluargaan, di mana yang kuat membantu yang lemah, dan yang mampu menopang mereka yang kekurangan.
“Buruh adalah anak bangsa. Petani adalah anak bangsa. Nelayan adalah anak bangsa. Semua adalah bagian dari Indonesia,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa para pemimpin, aparat, tentara, dan polisi sejatinya adalah pelayan rakyat yang digaji dan diberi mandat oleh rakyat untuk menjaga keadilan dan kesejahteraan bersama.
Presiden Prabowo mengaku bersyukur dapat meresmikan langsung Museum Marsinah di masa kepemimpinannya. Ia menyebut gagasan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah lahir dari aspirasi kaum buruh yang menginginkan perjuangan Marsinah diakui negara.
Peresmian museum tersebut berlangsung penuh haru dan semangat solidaritas.
Ribuan buruh melakukan penyambutan sejak Presiden tiba di Stadion Anjuk Ladang hingga menuju lokasi museum di Desa Nglundo.
Museum Marsinah kini menjadi penanda sejarah bahwa perjuangan kaum pekerja tidak boleh dilupakan. Di tempat itu, generasi muda diingatkan bahwa keberanian melawan ketidakadilan akan selalu hidup dalam ingatan bangsa.
- Penulis: Admin


