Dari Kegagalan Menjadi Atlet, Pria Asal Kuningan Sukses Jadi Wasit Atletik Tingkat ASEAN
- account_circle Admin
- calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kuningan, – Dunia olahraga tidak selalu tentang menjadi juara di lintasan atau berdiri di podium kemenangan. Di balik setiap pertandingan besar, ada sosok penting yang memastikan jalannya kompetisi tetap sportif dan profesional.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Oplus_16908288
Salah satunya adalah seorang pria asal Kuningan yang kini sukses menorehkan prestasi sebagai wasit atletik tingkat ASEAN, Bernama Muhamad Wa Abu Alih,
Pria kelahiran 1995 itu membuktikan bahwa kegagalan bukanlah akhir dari sebuah mimpi. Meski sempat bercita-cita menjadi atlet atletik, khususnya di cabang lari, perjalanan hidup membawanya ke jalur berbeda yang justru mengantarkannya ke level internasional.
Kecintaannya terhadap olahraga sudah tumbuh sejak lama. Berbekal pendidikan S1 olahraga dari Universitas Muhammadiyah dan pengalaman bergabung di lingkungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), ia terus mencari cara agar tetap bisa berkontribusi di dunia olahraga yang dicintainya.
Namun, ketika impian menjadi atlet tidak berjalan sesuai harapan, ia memilih untuk tidak menyerah. Dengan tekad kuat, ia memutuskan beralih menjadi wasit atletik.
Langkah demi langkah ia tempuh melalui sekolah wasit, mulai dari tingkat dasar di Bandung, naik ke level nasional melalui pelatihan di Lampung, hingga akhirnya berhasil meraih lisensi wasit tingkat ASEAN setelah mengikuti pendidikan yang diselenggarakan AAA (Asian Athletics Association) di Thailand.
Baginya, tantangan terbesar bukan berasal dari orang lain, melainkan dari diri sendiri.
“Musuh terbesar itu ada di diri sendiri, bukan orang lain. Motivasi saya ingin terus berkembang untuk diri sendiri,” ujarnya.
Perjalanan menuju level internasional tentu tidak mudah. Sebagai sosok yang berasal dari daerah, ia mengaku harus menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari akses menuju jenjang lebih tinggi hingga persoalan ekonomi yang sering menjadi hambatan bagi banyak talenta muda olahraga.
Meski begitu, semua rintangan itu tidak mampu mematahkan semangatnya. Ia justru ingin membuktikan bahwa anak daerah juga mampu bersaing dan berprestasi di tingkat internasional apabila memiliki kemauan kuat dan konsisten mengembangkan diri.
Kini, keberhasilannya menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya lulusan olahraga. Menurutnya, dunia olahraga memiliki peluang karier yang sangat luas dan tidak hanya terbatas menjadi atlet atau guru olahraga saja.
Menjadi wasit, official pertandingan, hingga masuk ke manajemen olahraga juga merupakan profesi yang menjanjikan.
Ia pun mengajak anak-anak muda untuk lebih aktif bergerak, berani mengejar mimpi, dan tidak terlalu larut dalam penggunaan gawai.
“Anak-anak muda harus sering ke lapangan, jangan hanya berdiam diri di rumah,” pesannya.
Di akhir wawancara, ia kembali menegaskan bahwa kesuksesan hanya bisa diraih melalui kerja keras dan kemampuan menaklukkan diri sendiri.
“Kesuksesan itu harus diraih dan memang sulit. Tantangannya adalah bagaimana kita bisa mengalahkan diri sendiri untuk mencapai kesuksesan tersebut,” pungkasnya.
- Penulis: Admin


