Amih Tuti : Di Balik Rumah yang Rapuh, Ada Harapan yang Kembali Tumbuh
- account_circle jelajahtv news
- calendar_month 17 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN,- Rumah seharusnya menjadi tempat paling teduh untuk pulang, tempat tubuh beristirahat dan hati merasa aman. Namun, bagi Sutinah, warga Lingkungan Talahab RT 15/RW 04, Kelurahan Citangtu, Kecamatan Kuningan, rumah yang semestinya melindungi justru menyimpan kecemasan.
Dinding dan bagian bangunan yang telah rapuh, atap serta plafon yang rusak berat, menjadi tanda bahwa rumah itu tak lagi layak dihuni. Terlebih saat hujan turun, rasa khawatir akan kemungkinan bangunan ambruk membayangi penghuninya.
Dalam keadaan sakit dan tubuh yang lemah, Sutinah bahkan harus meninggalkan rumahnya untuk sementara waktu. Ia menumpang di rumah tetangga, sebab tempat yang selama ini menjadi pelindung tak lagi terasa aman.
Di tengah keadaan itu, Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, yang akrab disapa Amih Tuti, datang menyapa langsung pada Senin (26/10/2026). Ia didampingi Camat Kuningan Deni Hamdani, S.E.Kp., M.S., Lurah Citangtu Taufan November, S.E., serta Ketua RW 04 Adang.
Kunjungan tersebut bukan sekadar melihat kerusakan bangunan. Ada kepedulian yang dibawa, ada harapan yang ingin ditumbuhkan agar Sutinah dapat kembali memiliki tempat tinggal yang aman.
Selain menyerahkan bantuan sembako, Amih Tuti memberikan bantuan uang sebesar Rp15 juta untuk mendukung perbaikan rumah tersebut.
“Kami hari ini mengunjungi salah satu warga yang rumahnya sudah tidak layak huni. Kondisi bangunannya mengkhawatirkan, apalagi ketika hujan. Kami khawatir kerusakan tersebut justru membahayakan keselamatan penghuninya,” ujar Tuti.
Menurutnya, kondisi rumah Sutinah perlu segera ditangani. Pemerintah akan berkoordinasi dengan aparat wilayah dan masyarakat setempat untuk menentukan kebutuhan material serta teknis pengerjaan, terutama pada bagian atap dan plafon yang mengalami kerusakan berat.
“Kita koordinasikan terlebih dahulu kebutuhan material dan teknis pengerjaannya. Harapannya, perbaikan bisa segera dilakukan sehingga rumah ini kembali aman dan layak ditempati,” katanya.
Sementara itu, Camat Kuningan Deni Hamdani menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada Sutinah. Pihak kecamatan bersama kelurahan, pengurus RW dan RT, serta tokoh masyarakat akan berupaya mengoptimalkan bantuan agar proses perbaikan berjalan sesuai kebutuhan.
Baginya, langkah awal yang perlu diprioritaskan adalah memperbaiki bagian bangunan yang paling rawan. Sebab, di balik setiap rumah yang rusak, ada keselamatan manusia yang harus dijaga.
Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap warga bukan hanya tentang melihat keadaan, melainkan juga mencari jalan agar kesulitan dapat ditangani bersama. Bantuan Rp15 juta itu diharapkan menjadi langkah awal bagi perbaikan rumah Sutinah, disertai koordinasi pemerintah dan masyarakat setempat.
Sebab, rumah bukan semata susunan bata, kayu, atap, dan dinding. Rumah adalah tempat seseorang menyimpan harapan, merawat kenangan, dan menjalani hari dengan rasa aman.
Bagi Sutinah, semoga hari-hari mendatang tak lagi diwarnai kecemasan setiap kali hujan datang. Semoga rumahnya kembali tegak, dan bersama dinding yang diperbaiki, tumbuh pula rasa aman untuk kembali pulang.
- Penulis: jelajahtv news

Saat ini belum ada komentar