Breaking News
light_mode
Beranda » Sejarah » Sipuh Asih Tepung Cai, Pesan Leluhur Menjaga Mata Air Di Milangkala Saung Kopi Hawu

Sipuh Asih Tepung Cai, Pesan Leluhur Menjaga Mata Air Di Milangkala Saung Kopi Hawu

  • account_circle jelajahtv news
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

KUNINGAN – Tradisi Sipuh Asih Tepung Cai menjadi salah satu rangkaian penuh makna dalam Milangkala Saung Kopi Hawu. Bukan sekadar seremoni budaya, tradisi ini menjadi ruang untuk mengingat kembali hubungan manusia dengan air, tanah, pangan, dan kehidupan.

Tradisi menempatkan padi di leuit

Kegiatan berlangsung khidmat namun tetap dalam suasana santai. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur pemerintahan kelurahan, perwakilan masyarakat dari empat desa penyanggah, serta sejumlah undangan lainnya.

Prosesi diawali dengan memasukkan air ke dalam sebuah tempayan. Air tersebut berasal dari empat wilayah yang melambangkan arah mata angin—utara, selatan, barat dan timur. Air dari berbagai penjuru kemudian disatukan sebagai simbol persaudaraan, kebersamaan, dan harapan bahwa perbedaan wilayah tidak menjadi penghalang untuk menjaga sumber kehidupan.

Dalam filosofi masyarakat Sunda, air bukan sekadar benda yang mengalir. Air adalah lambang kehidupan yang harus dijaga dari hulu hingga hilir. Ketika air dipertemukan dalam satu tempayan, pesan yang dibawa menjadi lebih dalam: kehidupan akan tetap mengalir ketika manusia mampu menyatukan kepedulian.

Rangkaian tradisi kemudian dilanjutkan dengan doa dan tawasul. Suasana khidmat mengiringi harapan agar keberadaan sumber mata air, lingkungan, serta kehidupan masyarakat senantiasa mendapatkan keberkahan dan perlindungan.

Prosesi berikutnya adalah memasukkan padi ke dalam leuit atau lumbung padi. Padi menjadi simbol ketahanan pangan sekaligus pengingat bahwa kehidupan tidak hanya bergantung pada apa yang tersedia hari ini, tetapi juga pada bagaimana masyarakat menyiapkan kebutuhan generasi yang akan datang.

Dari air menuju padi, tradisi ini seolah menyampaikan satu pesan: menjaga sumber air berarti menjaga pangan, dan menjaga pangan berarti menjaga kehidupan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan melalui Sawala Budaya dengan tema sumber mata air. Forum tersebut mempertemukan masyarakat dari sejumlah desa penyanggah, di antaranya Cigintung, Gunungkeling, Cirendang, dan Cipari, serta unsur masyarakat lainnya.

Pembahasan tidak berhenti pada nilai budaya, tetapi menyentuh persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Sejumlah titik mata air berada di wilayah yang secara kepemilikan merupakan tanah pribadi, sementara keberadaan sumber air tersebut memiliki fungsi bagi kepentingan masyarakat luas.

Kondisi tersebut melahirkan harapan agar terdapat solusi yang dapat mempertemukan kepentingan masyarakat, pemilik lahan, pelestarian lingkungan, serta peran pemerintah.

Di sinilah Milangkala Saung Kopi Hawu diharapkan tidak hanya menjadi ruang perayaan budaya, tetapi juga menjadi jembatan dialog. Budaya tidak berhenti pada ritual, melainkan dapat menjadi pintu masuk untuk membicarakan persoalan kehidupan secara bersama-sama.

Sipuh Asih Tepung Cai pada akhirnya mengajarkan bahwa air yang kecil sekalipun memiliki arti besar ketika dijaga bersama. Sebab ketika mata air kehilangan perlindungan, yang terancam bukan hanya alirannya, tetapi juga masa depan kehidupan di sekitarnya.

Melalui budaya, masyarakat kembali diingatkan bahwa alam bukan sekadar warisan untuk dinikmati, melainkan amanah yang harus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

  • Penulis: jelajahtv news

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Kuningan Saat Mediasi

    Bupati Kuningan Mediasi PAM Tirta Kamuning dan Pemdes Cikalahang, Dorong Penyelesaian Lewat MoU

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    KUNINGAN – Upaya mencari jalan keluar atas dinamika yang terjadi antara PAM Tirta Kamuning Kuningan dan Pemerintah Desa Cikalahang dilakukan langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. Bupati mempertemukan jajaran direksi PAM Tirta Kamuning dengan perwakilan Pemdes Cikalahang dalam sebuah pertemuan yang digelar di ruang kerja Bupati, Kompleks Pendopo Kuningan, Selasa (27/1/2026). […]

  • PJ Sekda Kuningan Monitoring Persiapan Arus Mudik Mulai Dari Lalu Lintas Traffic Light dan CCTV

    PJ Sekda Kuningan Monitoring Persiapan Arus Mudik Mulai Dari Lalu Lintas Traffic Light dan CCTV

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com,- PJ Sekda Kuningan Beni Prihayatno, S.Sos., M.Si Monitoring Persiapan Arus Mudik dan Lalu Lintas, dan memastikan kondisi lampu merah dan CCTV Berfungsi Optimal, Menjelang arus mudik Lebaran.Senin 24 Maret 2025. Menurut PJ Sekda, Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama dinas terkait melakukan pemantauan dan persiapan guna memastikan kelancaran lalu lintas serta kenyamanan pemudik jelang idul Fitri […]

  • Dari kiri ke kanan, Menko PMK Pratikno, MenPANRB Rini Widyantini, Menag Nasaruddin Umar, Menaker diwakili Wamenaker Afriansyah Noor dalam penandatanganan Surat Keputusan Bersama terkait hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2026 di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat,

    Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2026 mendatang, Resmi Diumumkan pemerintah, Ini Tanggal Lengkapnya

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle sep
    • 0Komentar

    jelajahtvnews – Penetapan ini dituangkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Menteri Agama, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), serta Menteri Ketenagakerjaan. Keputusan tersebut diambil setelah melalui pembahasan lintas kementerian dalam rapat tingkat menteri yang merujuk pada peraturan perundangan yang berlaku. “Untuk total libur […]

  • Sosok Andi Gani Nena Wea Dibalik Sukses Tour De Linggarjati Kuninngan photo_camera 1

    Dibalik Sukses Tour De Linggarjati, Sosok AGN Jadi Motor Penggerak Kuningan

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle sep
    • 0Komentar

    KUNINGAN – Gemerlap Tour De Linggarjati (TDL) ke-8 tahun 2025 tidak hanya menyuguhkan pesona olahraga dan pariwisata, tetapi juga menghadirkan kisah tentang sosok putra daerah yang berkiprah nyata untuk kemajuan Kuningan. Ia adalah Bapak Andi Gani Nena Wea, SH.MH (AGN), tokoh nasional sekaligus Penasehat Kapolri, yang diam-diam menjadi figur penting di balik suksesnya berbagai event […]

  • Duka Mendalam Korban Disabilitas Asal Kuningan, Bupati Desak Pelaku Dihukum Berat

    Duka Mendalam Korban Disabilitas Asal Kuningan, Bupati Desak Pelaku Dihukum Berat

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Korban disabilitas asal Kuningan
    Kasus kemanusiaan Kuningan
    Bupati Kuningan prihatin
    Pendampingan keluarga korban
    Hukuman berat pelaku kekerasan
    Keadilan untuk korban disabilitas

  • Prosesi Pengaspalan Jalur Ir.sokerano 400x225 1

    Bupati Kuningan Komit Benahi Infrastruktur Jalan, Dari Pajak Rakyat untuk Rakyat

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle jelajahtv news
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com,- Pemerintah Kabupaten Kuningan terus menunjukkan komitmennya dalam memperbaiki infrastruktur demi kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam keterangannya, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rahmat Yanuar menyampaikan bahwa program perbaikan dan penataan jalan menjadi bagian penting dari jalan kebangkitan ekonomi daerah, sekaligus upaya menghadirkan ruang publik yang nyaman bagi warga. “Semua akan kita rapikan agar enak dilalui, […]

expand_less