Andi Gani Ziarah ke Makam Acep Purnama, Titip Pesan Kuningan Harus Tetap Guyub
- account_circle Jelajah TvNews
- calendar_month 12 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Oplus_16908288
KUNINGAN — Di tengah padatnya rangkaian peringatan Hari Jadi Kuningan ke-528, sebuah momen penuh makna berlangsung dalam suasana khidmat dan kekeluargaan.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Penasehat Kapolri sekaligus Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, S.H., M.H., melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus ziarah ke makam almarhum Acep Purnama, yang didampingi langsung oleh keluarga besar almarhum.
Bukan sekadar ziarah, kunjungan tersebut menjadi simbol kuatnya tali persaudaraan yang tetap terjaga, meski sosok yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan Kabupaten Kuningan itu telah berpulang.
Momen kebersamaan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Ika, Kapolres Kuningan, Kapolres Brebes, Wakil Bupati Kuningan, serta keluarga besar almarhum Acep Purnama.
Dalam suasana penuh penghormatan, sosok Acep Purnama dikenang sebagai figur yang memiliki kontribusi dan jasa besar bagi masyarakat serta pembangunan Kabupaten Kuningan.
Kepergian beliau tidak lantas memutus hubungan persaudaraan. Justru, silaturahmi dengan keluarga besar almarhum diharapkan terus dirawat dan dilanjutkan dari generasi ke generasi.
Di momentum Hari Jadi Kuningan ke-528 ini, pesan yang disampaikan pun terasa semakin relevan.
Kuningan harus tetap guyub.
Seluruh elemen masyarakat, tokoh daerah, maupun para pemangku kepentingan diharapkan mampu menjaga kerukunan dan keharmonisan. Sebab, pembangunan daerah tidak akan berjalan kuat jika diwarnai perpecahan.
Perbedaan pandangan dan dinamika politik merupakan bagian dari perjalanan demokrasi. Namun, semuanya harus disikapi secara dewasa, bijaksana, dan tidak menjadi alasan untuk memutus persaudaraan.
Tidak boleh ada keretakan di antara para pemimpin maupun masyarakat.
Karena pada akhirnya, Kuningan bukan milik satu kelompok, bukan milik satu kepentingan, melainkan rumah bersama yang harus dijaga oleh semua.
Di usia ke-528 tahun, pesan itu kembali mengingatkan bahwa membangun Kuningan bukan hanya tentang siapa yang memimpin, tetapi tentang bagaimana seluruh elemen mampu berjalan bersama, menjaga persatuan, dan merawat persaudaraan.
Dari makam seorang tokoh, lahir kembali sebuah pesan untuk masa depan: berbeda dalam pandangan, tetapi tetap satu dalam persaudaraan.
- Penulis: Jelajah TvNews


