Satu Film, Sejuta Kepedulian untuk Masa Depan Anak Indonesia
- account_circle jelajahtv news
- calendar_month 21 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

oplus_0
Sultan Sepuh Cirebon Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., M.H.: Film “Aku Bukan Musuhmu Tapi Aku Sahabatmu” Ajak Selamatkan Generasi Muda.
CIREBON – “Ada generasi muda yang perlu kita selamatkan bersama.” Pesan kemanusiaan tersebut disampaikan Sultan Sepuh Cirebon saat memberikan arahan menjelang kegiatan syuting film layar lebar bertema pencegahan perundungan atau bullying, berjudul “Aku Bukan Musuhmu Tapi Aku Sahabatmu”, produksi Kuda Putih Picture.

Tim produksi
Film ini hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial yang mengancam masa depan generasi muda Indonesia. Mulai dari perundungan anak, kenakalan remaja hingga bahaya penyalahgunaan narkotika yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat.
Melalui karya perfilman ini, Sultan Sepuh Cirebon mengajak para pemangku kebijakan, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, keluarga, serta seluruh golongan untuk membangun kepedulian bersama terhadap persoalan kemanusiaan.
Menurutnya, anak-anak dan remaja merupakan generasi penerus bangsa yang harus mendapatkan perlindungan, pendampingan, serta perhatian secara sungguh-sungguh.
Film “Aku Bukan Musuhmu Tapi Aku Sahabatmu” juga membawa misi untuk menyampaikan pesan bahwa perundungan bukan persoalan sepele. Tindakan intimidasi, kekerasan verbal maupun fisik dapat meninggalkan luka mendalam dan memengaruhi masa depan seorang anak.
Karena itu, perhatian tidak hanya perlu diberikan kepada korban bullying, tetapi juga kepada pelakunya. Mengingat sebagian besar dari mereka masih berada di bawah umur, pendekatan perlindungan, edukasi, pembinaan, dan pendampingan menjadi bagian penting dalam upaya penyelesaian persoalan tersebut.

Tim produksi film
Menjangkau Seluruh Indonesia
Kuda Putih Picture menargetkan film ini dapat menjangkau masyarakat di seluruh wilayah Indonesia dalam kurun waktu satu tahun ke depan.
Harapannya, film tersebut mampu menjadi media edukasi sekaligus sarana membangun kesadaran publik untuk menghentikan segala bentuk intimidasi dan perundungan terhadap anak-anak Indonesia.
Lebih jauh, film ini diharapkan menjadi salah satu pintu masuk dalam mendorong lahirnya gerakan nyata, termasuk pembentukan Satgas Antibullying di berbagai wilayah Indonesia sebagai upaya pencegahan dan penanganan kasus perundungan.
Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi, anak-anak menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks. Tanpa perhatian dan pendampingan yang memadai, berbagai persoalan tersebut berpotensi mengancam tumbuh kembang serta masa depan mereka.
Melalui film ini, Kuda Putih Picture ingin mengingatkan bahwa menyelamatkan generasi muda bukan hanya tanggung jawab keluarga atau sekolah, melainkan tanggung jawab bersama.
Sebab, anak yang hari ini mengalami perundungan bukanlah musuh yang harus dijauhi. Mereka adalah sesama generasi bangsa yang membutuhkan sahabat, perlindungan, dan kesempatan untuk tumbuh dengan baik.
“Aku Bukan Musuhmu Tapi Aku Sahabatmu” menjadi pesan bahwa kepedulian dan kemanusiaan harus hadir sebelum semakin banyak anak kehilangan harapan.
- Penulis: jelajahtv news

Saat ini belum ada komentar