Hari Sumpah Pemuda, BUMDes Mustikajaya Kasturi Targetkan Panen Satu Ton Melon Premium
- account_circle jelajahtv news
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN – Momentum Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026, menjadi penyemangat bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mustikajaya, Desa Kasturi, Kabupaten Kuningan, untuk terus mengembangkan budidaya melon premium. Pada panen keempat ini, BUMDes Mustikajaya menargetkan produksi mencapai satu ton.
Ketua BUMDes Mustikajaya, Deny Sudistriadi, S.MB., mengatakan panen kali ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas melon yang dihasilkan.
“Alhamdulillah, hari ini, 28 Oktober, bertepatan dengan Sumpah Pemuda, kita melakukan panen melon premium yang keempat kalinya,” ujar Deny.
Ia menjelaskan, hasil panen dari periode ke periode menunjukkan tren peningkatan. Pada panen pertama, produksi mencapai empat kuintal, kemudian meningkat menjadi 4,5 kuintal pada panen kedua dan enam kuintal pada panen ketiga.
Berbekal capaian tersebut, BUMDes Mustikajaya kembali menetapkan target yang lebih tinggi pada panen keempat, yakni satu ton melon premium.
“Dari setiap panen, kita harus melakukan evaluasi dan mengupayakan peningkatan. Mudah-mudahan panen keempat ini bisa mencapai target satu ton,” katanya.
Pesanan Mulai Berdatangan, Pasar Melon Premium Meluas
Upaya meningkatkan kapasitas produksi tersebut mulai diiringi respons positif dari konsumen. Menurut Deny, selama tiga hari terakhir, sejumlah pembeli telah melakukan pemesanan dan membeli langsung hasil panen.
Konsumen didominasi masyarakat Kabupaten Kuningan. Namun, permintaan juga datang dari luar daerah, di antaranya Cirebon dan Jakarta.
Bagi BUMDes Mustikajaya, respons pasar ini menjadi dorongan untuk terus mengembangkan usaha budidaya melon premium sebagai salah satu potensi ekonomi desa.
Tidak hanya mengejar kuantitas, pengelola juga memperhatikan kualitas rasa. Deny menyebut level kemanisan melon yang sebelumnya berada di angka dulu kita 14 sekarang 17.5 berdasarkan pengukuran yang digunakan dalam budidaya mereka.
“Kalau biasanya tingkat kemanisannya 14, sekarang sudah mencapai 17,5. Boleh dicoba. Kalau misalkan tidak manis, tidak usah bayar,” ujarnya, menawarkan melon premium hasil panen kepada konsumen.
Sumpah Pemuda, Semangat Membangun Ekonomi Desa
Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini menjadi momentum bagi BUMDes Mustikajaya untuk meneguhkan semangat berkarya, berinovasi, dan mengembangkan potensi lokal.
Target panen satu ton bukan sekadar angka produksi, melainkan bagian dari proses bertahap yang dibangun melalui evaluasi, peningkatan kapasitas, dan upaya menjaga mutu hasil pertanian.
Melalui budidaya melon premium, BUMDes Mustikajaya berharap dapat memperluas pasar sekaligus membuka peluang pengembangan usaha desa yang berkelanjutan.
Di tengah semangat Sumpah Pemuda, langkah Mustikajaya menunjukkan bahwa karya anak bangsa dapat dimulai dari desa—dari lahan yang dikelola dengan tekun, hasil panen yang terus ditingkatkan, hingga produk lokal yang berupaya menjangkau pasar lebih luas.
- Penulis: jelajahtv news

Saat ini belum ada komentar